SILABUS

Pertemuan IX

DASAR – DASAR TCP/IP

1. IP (Internet Protokol ) Address

IP Address adaah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai 4 kelompok angka desimal dimana masing-masing kelompok terdiri atas 8 bit yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.

| Network ID     |   Host ID|

 192.  168.  0 .        1

IP Address terdiri atas dua bagian yaitu Network ID dan Host ID, dimana network id menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host id menentukan alamat host (komputer), oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan dimana host itu berada.

2. Kelas -kelas IP Address

IP Address juga dibagi kedalam kelas-kelas,nilai –nilai pada 4 bit pertama dari sebuah IP Address menunjukkan kelasnya.  Jumlah IP Address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255. atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Pembagian kelas-kelas ini di tujukan untuk mempermudah alokasi kelas IP Address, baik untuk jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.

IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network ( net ID) dan bagian Host ( host ID) Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi,seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki network ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/Network Number, sedangkan sisanya untuk host.

Garis pemisah antara bagian network dengan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP Address dibagi kedalam 3 kelas, yaitu kelas A, Kelas B, dan Kelas C. perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contoh IP Kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar.

Perangkat lunak internet protokol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :

IP Address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1 – 126, terdapat 16.777.214 ( 16 juta) IP Address pada tiap kelas A. Pada IP Address kelas A Network ID ialah 8 bit pertama sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.

Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, mislanya : 113.46.5.6 ialah :

Network ID = 113

Host ID  = 46.5.6

IP addres diatas berarti host nomor 46.5.6 pada Network nomor 113.

IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar, pada IP address kelas B, Network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1 :

Network ID = 132.92

Host ID = 121.1

IP address diatas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. Dengan host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host, range IP 128 – 191

IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, biasanya dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192-223

Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan Host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

Aturan Dasar Pemilihan network ID dan host ID

Berikut adalah aturan-aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang digunakan

Network ID tidak boleh sama dengan 127 è Network ID 127 secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address yang digunakan oleh suatu komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.

  • Network ID dan Host ID tidak boleh sama dengan 255 è Network ID atau host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast .ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.
  • Network ID dan Host ID tidak boleh sama dengan 0 è IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network digunakan untuk menunjuk suatu jaringan bukan suatu host.
  • Host ID harus unik dalam suatu network è dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.

Cara merubah IP Address Biner Ke Desimal

Bit yang diset 0 selalu memiliki nilai nol, sedangkan bit yang diset 1 dapat diubah kenilai desimal sesuai dengan letaknya didalam barisan oktet.

Contoh konversi bit dari kode biner ke nilai desimal.

1 1 1 1 1 1 1 1
128 64 32 16 8 4 2 1

 

Pertemuan X

SUBNETTING

Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil, yang disebut  subnet (subnetwork).

Subnet mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk  :

  • Membedakan antara network ID dan host ID
  • Menunjukkan letak suatu host , apakah host tersebut berada pada jaringan luar atau jaringan local.

Tujuan Subnetting

.
  • Untuk mempercepat pengiriman data
  • lMemudahkan pengaturan / management alamat
  • lMembagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Menempatkan suatu host, apakah berada dalam suatu jaringan atau tidak
  • lPenggunaan IP address yang lebih efisien.
Perhitungan Subnetting
Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar diempat masalah :

  1. Jumlah subnet (2x, x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnetmask).
  2. Jumlah host per subnet (2y-2, y adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir kelas C, 2 oktet terakhir kelas B dan 3 oktet terakhir kelas A)
  3. .Blok Subnet (256 – nilai oktet terakhir subnetmask).
  4. .Alamat host-broadcast

Subnet Mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting dengan konsep CIDR (Classless Inter-DomainRouitng).

tebel-subnet
Contoh Subnetting pada IP Address
.

IP Address Kelas C

Tentukan subnetting pada Network Address 192.168.1.0/26

Jawab :

Tentukan oktet terakhir dengan terlebih dahulu menentukan jumlah binari 1 atau 0

26 – 24 (netwok ID kelas C) = 2 (jumlah binari 1)

32 bit – 26 = 6 (jumlah binari 0)

Sehingga dituliskan seperti

11111111.11111111.11111111.11000000

(255.255.255.192)

  1. Jumlah subnet = 2x, 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y-2, 26-2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir) = 64 (0,64,128,192).

subnet

IP Address Kelas BTentukan subnetting pada Network Address 172.16.0.0/18Jawab :

Tentukan oktet terakhir dengan terlebih dahulu menentukan jumlah binari 1 atau 0

18 – 16 (netwok ID kelas C) = 2 (jumlah binari 1)

32 bit – 18 = 14 (jumlah binari 0)

Sehingga dituliskan seperti

11111111.11111111.11000000.00000000

(255.255.192.0)

  1. Jumlah subnet = 2x, 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y-2, 214-2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir) = 64 (0,64,128,192)

tables

Pertemuan XI

PENGUJIAN KONEKTIFITAS JARINGAN

Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.

Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL  (IP Configuration).

IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada komputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah  10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0

Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :

  1. Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7
  2. Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek RTL8029(AS)

jenis Eternet Adapter.

  1. Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73.
  2. IP Addres adalah  10.1.1.7.
  3. Subnet Masknya adalah 255.255.255.0

Untuk mendetek siapakah hubungan komputer dengan jaringan  sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadidengannomor IP address yang kitahubungi.

Perintah ping  untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke  IP Address telah berjalan dengan baik, seperti gambar berikut: Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Addresstidakdikenal). Sepertipadagambarberikut:

Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharing kan  kemudian klik kanan  lalu klik sharing

Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal). Seperti pada gambar berikut:

Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif.

Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.

Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan  lalu klik sharing

JARINGAN

Pertemuan XII

SISTEM PENAMAAN DAN PENGALAMATAN JARINGAN KOMPUTER

Setiap perangkat yang terdapat didalam sebuah lingkungan jaringan harus memiliki identitas agar dapat saling berkomunikasi dengan komputer lain. Biasaya sebuah NOS ( Network Operating Sistem) memiliki protokol –protokol yang  menyediakan skema penamaan dan metode pengalamatan yang dapat meningkatkan kinerja dari sistem jaringan. Beberapa diantaranya adalah :

  1.  DHCP( Dynamyc Host Configuration Protokol )
  2. DNS (Domain Name System)

DHCP(Dynamyc Host Configuration Protokol

Setiap device yang menggunakan TCP/IP pada sebuah sistem jaringan harus memiliki alamat IP yang sah dan bersifat unik. Untuk membantu meringankan masalah dalam menelusuri dan pemasangan alamat IP pada setiap inteface IETF ( Internet Engineering Task Force) telah bekerja sama dengan beberapa vendor perangkat jaringan dengan membangun DHCP.

Server DHCP merupakan sebuah server yang berfungsi untuk mendistribusikan sekumpulan alamat IP yang sah kepada perangkat yang bertindaksebagai client DHCP. Dengan demikian masing –masing client akan dapat menerima alamat IP yang bersifat unik dan pemasangan alamat IP terhadap client dilakukan secara otomatis. Semua jenis sistem operasi berbasis Microsoft dapat dijadikan sebagai client DHCP.

DHCP dapat dibangun menggunakan sistem operasi jaringan, salah satunya dengan menggunakan Windows 2000 server, server yang dapat bertindak sebagai DHCP server harus memenuhi syarat berikut :

  1. Memiliki layanan DHCP yang telah terinstall
  2. Mesin yang bertindak sebagai server DHCP memiliki alamat statik

Cara Kerja DHCP

DHCP diimplementasikan sebagi sebuah layanan client/server

  1. Ketika komputer client diaktivkan, ia akan mengirim pesan permintaan ke server DHCP, permintaan tersebut berisi alamat hardware (MAC Address) dari komputer client
  2. Server DHCP yang menerima pesan akan mengirimkan kembli pesan yang berisi menawarkan sebuah alamat IP untuk periode waktu tertentu, alamat –alamat yang ditawarkan oleh server ditandai dan tidak ditawarkan ke client lain selama proses negosiasi berjalan.
  3. Client akan memilih satu dari penawaran alamat IP yang tersedia, hal ini telah mengindikasikan telah terjadi proses pemilihan alamat IP, dan hal ini pula yang mengijinkan DHCP untuk mengembalikan kumpulan alamat IP yang tidak digunakan, sehingga bisa ditawarkan kembali kepada client lain.
  4. .DHCP server kemudian akan mengirimkan pesan sebagai pemberitahuan, yang mengindikasikan bahwa alamat IP, Subnet mask dan durasi penggunaan alamat IP telah resmi digunakan oleh client..

DNS ( Domain Name System)

DNS digunakan pada jaringan internet maupun jaringan privat untuk memetakan nama sebuah host dengan sebuah alamat IP. DNS merupakan sebuah struktur hierarki yang digunakan untuk mengelola nama domain, identifikasi yang jelas dari sebuah lokasi host diinternet dikenal dengan “ fully-qualified domain name” yang terdiri atas sebuah top –level domain dan beberapa sub domin yang dikombinasikan untuk membentuk sebuah domain unik.

Pada awalnya terdapat delapan top-level domain yang disepakati

.com  Commercial Organization

.edu  educational Organization

.gov  government Organization

.mil   military Organization

.net   networking Organization

.Org   non-ommercial Organization

.int   international Organization

.arpa  advanced projects research agency

Namun seiring dengan ekspansi internet yang mendunia pengidentifikasian selanjutnya di kembangkan berdasarkan geografis, dimana identitas negara disertakan pada top level domain (.id=indonesia, au = australia, my = malaysia, us = united states, uk = united kingdom dll).

Jenis DNS

DNS server terdiri dari tiga jenis yaitu :

  1. Cache è jenis ini tidak mempuyai data nama-nama host dari domain tertentu ia hanya  mencari jawaban dari beberapa DNS server terdekat. Setelah jawaban didapatkan, datanya disimpan dalam cache utuk keperluan mendatang, DNS server cache merupakan yang paling mudah untuk dikonfigurasi.
  2. Primary (master) è sesuai dengan namanya primary adalah pemegang daftar lengkap dari sebuah domain yang dikelolanya. Server ini memegang otoritas penuh atas domainnya. Misalkan server kmps.raharja.ac.id memegang otoritas penuh atas domain *.raharja.ac.id. Otoritas penuh disini berarti  server ini yang bertanggung jawab untuk ditanya nama-nama host berdomain raharja.ac.id dan sub-sub domain dibawahnya, selain itu hanya server ini yang dapat membuat sub-domain dibawah raharja.ac.id.
  3. Secondary (slave) è server ini adalah backup dari primary server. Sama seperti primary. Secondary juga memuat daftar lengkap sebuah domain. Hubungan antara primary dan secondary ini kurang lebih seperti mirror. Bila ada perubahan diprimary server, secondary terus mengikutinya secara periodik. Oleh karena, secondary memerlukan izin dari primary untuk melakukan sinkronisasi ini. sinkronisasi ini lazimnya disebut sebagai zona transfer, secondary diperlukan sebagai backup bila primary crash atau sibuk dan untuk mempermudah pendelegasian.

 

 

Pertemuan XIII

WIRELESS LAN

Teknologi wireless adalah salah satu pilihan yang tepat untuk menggantikan teknologi jaringan yang terdiri dari banyak kabel dan sebuah solusi akibat jarak antar jaringan yang tidak  mungkin dihubungkan melalui kabel. Wireless memang tidak bisa menggantikan kabel yang ada dimuka bumi ini seperti kabel untuk listrik ( tidak ada wireless power atau wireless PLN) namum kegunaan dari wireless sudah tidak bisa diragukan.

Teknologi wireless sangat cocok dan banyak digunakan untuk mengantikan kabel-kabel mouse, kabel jaringan LAN dan bahkan kabel WAN yang sebelumnya membutuhkan jaringan dari telkom. Teknologi yang digunakan untuk masing-masing kebutuhanpun berbeda-beda sesuai dengan jarak tempuh yang mampu ditanganinya.

STANDARISASI WIRELESS

Untuk apa harus repot-repot dengan standarisasi ?

Untuk sebuah teknologi yang bersifat massal, sebuah standarisasi sangatlah dibutuhkan. Standarisasi akan memberikan banyak keuntungan, diantaranya adalah :

 Pertama, pembuat hardware yang berbeda bisa saling bekerja sama.

Kedua, pembuat hardware tambahan bisa membuat peralatan yang berlaku untuk semua peralatan berdasarkan informasi dari standarisasi yang telah baku.

Ketiga, penghematan dan perkembangan teknologi yang jauh lebih cepat.

WIRELESS MODUS AD-HOC

Pada saat mendengar jaringan wireless, yang ada dikepala kita adalah jaringan antar komputer yang dijembatani oleh sebuah peralatan yang namanya Access Point atau Wireless Access Point (AP/WAP).

Jaringan Ad-Hoc digunakan untuk menggantikan kabel UTP yang dicross, selain lebih fleksibel, bentuk jaringan ini juga mampu menghubungkan beberapa komputer secara bersamaan, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh kabel cross UTP.

Bentuk jaringan wireless yang paling sederhana adalah jaringan ad-hoc yang juga dinamakan sebagai jaringan peer to peer dan kadang – kadang dinamakan IBSS ( Independent Basic Service Set )  .

Bagaimana Jaringan Ad-hoc Bekerja

Komputer yang disetting dengan modus Ad-Hoc bekerja dengan cara yang unik karena setiap komputer bisa menjadi “Bos”. Pada saat komputer dihidupkan, ia akan mencari keberadaan komputer lain yang mempunyai nama jaringan yang sama.

Didalam jaringan wireless, Anda mengenal konsep yang hampir sama dengan nama workgroup namun dengan istilah yang berbeda yaitu SSID ( Service Set Identifier). Komputer –komputer yang terhubung ke dalam jaringan wireless Ad-Hoc, harus mempunyai SSID yang sama.

Komputer pertama yang dihidupkan pada jaringan Ad-Hoc, akan mengirimkan paket yang dinamakan sebagai beacon. Beacon merupakan paket yang berisi informasi SSID.

Komputer kedua dihidupkan, komputer ini tidak akan mengetahui bahwa dirinya merupakan komputer keduadalam jaringan Ad-Hoc.komputer kedua akan mencari beacon sesuia dengan SSID yang dimilikinya.

Paket beacon bisa diasumsikan sebagai detak jantung  jaringan wireless dan tanpa detak jantung ini,jaringan wireless akan segera mati.

WIRELESS MODUS INFRASTRUCTURE

Selain modus Ad-Hoc, modus jaringan yang lain adalah modus infrastucture. Modus yang juga disebut sebagai BSS ( Basic Service Set ) ini digunakan untuk menghubungkan wireless client dengan jaringan kabel yang telah ada. Syarat untuk membangun jaringan infrastructure ini adalah sebuah Access Point.

Dengan Access Point client tidak lagi bisa berhubungan secara langsung namun semua komunikasi akan melalui Access Point. Umumnya sebuah AP dihubungkan kedalam sebuah jaringan kabel  yang telah ada. Saat ini, hampir semua Access Point menyediakan port UTP untuk dihubungkan dengan jaringan kabel ethernet. Komputer yang terhubung kedalam BSS ini, harus menggunakan SSID yang sama.

 Access Point (AP)

Inti dari sebuah jaringan wireless modus infrastructure adalah penggunaan AP atau Access Point yang juga sering disingkat menjadi WAP ( wireless Access Point). Sebuah AP bisa anda bayangkan sebagai sebuah Hub/Switch pada jaringan kabel.

Setting Keamanan Wireless

Wireless network menawarkan kenyamanan karena tidak membutuhkan kabel yang terkadang sangat sulit untuk dipasang, namun kemudahan ini juga harus dibayar dengan permasalahan keamanan yang lebih kritis karena media udara merupakan media publik yang tidak bisa dikontrol.

Pada AP terdapat dua pintu yang harus dilalui untuk dapat melakukan pengiriman atau penerimaan data yaitu :

  1. Open System Authentication
  2. Shared Key Authentication

 Open System Authentication

Pada open system authentication, bisa dikatakan tidak ada authentication yang terjadi karena AP akan selalu memberikan jawaban “OK”.

Setelah client melalui proses Open System Authentication client sudah diperbolehkan mengirimkan data melalui AP, namum tidak serta merta data akan dilanjutkan oleh AP ke dalam jaringan. Bila level keamanan WEP (Wired Equivalent Privacy) diaktifkan maka data – data yang dikirimkan oleh client haruslah dienkripsi dengan WEP key. Bila ternyata setting wep key diclient berbeda dengan setting wep key di AP maka AP tidak akan mengenal data yang dikirim oleh client.

Shared Key Authentication

Berbeda dengan Open System Authentication, shared Key Authentication memaksa client untuk mengetahui terlebih dahulu kode rahasia sebelum mengijinkannya terkoneksi dengan AP. Idenya adalah mengurangi data sampah.

Pada proses ini shared key akan meminjam WEP key yang digunakan pada proses enkripsi WEP untuk melakukan pengecekan awal. Karena shared key authentication meminjam key yang digunakan oleh level keamanan WEP, Anda harus mengaktifkan WEP untuk menggunakan shared key authentication

Pertemuan XIV

INSTALASI WIRELESS LAN

Protokol WLAN

Berikut ini adalah beberapa protokol yang biasa diguakan pada WLAN :

802.11b

Digunakan mulai akhir tahun 1999 dengan menggunakan frekuensi 2.4 Ghz, maksimum bandwidth yang biasa dicapai adalah 11 Mbps. Protokol ini kompatibel dengan tipe 802.11g

802.11a

Digunakan mulai akhir tahun 2001 dengan menggunakan frekuensi 5 Ghz, maksimum bandwidth yang bisa dicapai sebesar 54 Mbps

802.11g

Digunakan pada pertengahan tahun 2003 dengan menggunakan frekuensi 2.4 Ghz. maksimum bandwidth yang bisa dicapai sebesar 54 Mbps.

802.11a/g

Tipe protokol ini mulai diperkenalkan pada pertengahan 2003 dengan menggunakan frekuensi 2,4 Ghz dan 5 Ghz, maksimum bandwidth yang bisa dicapai adalah 54 Mbps.

 Disamping itu, ada juga standar tipe 802.11e yang mempunyai kelebihan pada sistem keamanannya dan tipe 802.11n yang bisa mencapai kecepatan 100-320 Mbps. Jarak yang bisa dicapai dengan WLAN biasanya bisa sampai puluhan meter (indoor) dan sampai ratusan meter atau beberapa kilometer (outdoor) tergantung dari jenis, merek, daya, penguat dan antena yang digunakan.

Setup Access Point

Dalam proses instalasi jaringan wireless, salah satu perangkat terpenting  yang harus dipasang adalah access point. Access point yang beredar dewasa ini umumnya sangat mudah untuk di install baik secara hardware maupun software.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan atau menyalakan access point yang akan digunakan. Dari sisi hardware, prosesnya adalah sebagai berikut :

  • Pertama hubungkan adaptor ke listrik dan ujungnya yang lain dipasang pada access point.
  • Idealnya posisi access point  terletak ditengah –tengahkomputer client dalam jaringan wireless.
  • Untuk access point yang memiliki detachable maka antena pada access point harus dipasang.
  • Biasanya access point langsung bekerja dengan memulai inisialisasi sistem yang ditandakan dengan berkedipnya lampu indikator pada access point.
  • Lampu-lampu indikator biasanya diberikan untuk power, port link.
  • Untuk proses instalasi pada access point hubungkan langsung PC yang akan mengendalikan proses instalasi

 Tips dan trik seputar Wireless LAN

  1. Untuk memperluas jangkauan wireless kita dapat mengganti antena standar dengan antena yang memiliki kemampuan yang lebih baik.
  2. Untuk sistem keamanan jaringan yang handal tanpa mengurangi kinerja access point, dapat menggunakan fitur SSID dan MAC address filter saja.
  3. Agar kualitas koneksi dan kecepatan transfer pada kondisi optimal, sebaiknya posisikan access point ditengah- tengah client yang terhubung didalam jaringan.
  4. Usahakan agar memilih channel pada access point yang tidak berdekatan dengan channel yang digunakan pada access point lain yang berdekatan dengan jaringan kita.
  5. Untuk berbagi pakai akses internet, gunakan access point yang memiliki fitur router terintegrasi untuk menghemat biaya pemakaian koneksi internet

 

Pertemuan VIII

INSTALASI KABEL JARINGAN

1. INSTALASI COAX

Untuk menginstalasi kabel coax dibutuhkan konektor – konektor  T-BNC guna menghubungkan kabel dengan LAN card pada masing-masing PC.  Konektor T-BNC ini dipasang pada konektor BNC card jaringan PC. Konektor T dipasang secara langsung pada konektor BNC Network board PC. Jika salah satu sistem terletak jauh dari jaringan, tidak dapat mendrop kabel dari konektor T ke BNC card jaringan (NIC) karena jaringan tidak akan bekerja atau kerjanya sangat lamban.

Pada jaringan berbasis Coax sering kali tidk memperdulikan terminator mana yang digunakan. Padahal dalam dunia jaringan, setidaknya dikenal dua jenis terminator, yakni “ open terminator” dan “grounded terminator”. Jenis-jenis terminator ini cukup mempengaruhi kualitas jaringanyang dibangun.

Secara umum grounded terminator memiliki kualitas relatif lebih baik dibanding open terminator. Pemakaian terminator akan terasa dibutuhkan ketika kita akan berencana menambah beberapa sistem baru.

Setiap koneksi ke sebuah kabel coax disebut dengan “node”, node dapat berupa sistem seperti PC atau apapun yang dikoneksikan melalui sebuah konektor BNC.

Secara umum, aturan-aturan untuk jaringan dengan kabel coax adalah :

  1. Maksimum 30 node dalam stu segmen
  2. Maksimum 0.5 meter jarak antar node
  3. Maksimum panjang total kabel 185 meter

Jika ternyata lebih dari 30 node yang perlu dikoneksikan ke jaringan atau jika panjang total kabel yang dicapai melebihi 185 meter, solusinya harus menambah repeater.

Multi segmen network

Untuk setiap segmen kabel pemakaian hendaknya tidak melampaui batasan yang diizinkan (maksimal 185 meter, dan 30 node),sedangkan bila menggunakan repeater, setidaknya kita memiliki kesempatan untuk membangun lebih dari satu segmen jaringan.

Sebuah repeater dalam setiap segmen dihitung sebagai sebuah node dan dapat dikoneksikan disetiap lokasi dalam kabel coax, meski begitu jika sebuah network memiliki dua atau lebih repeater maka terdapat beberapa aturan yang harus dipenuhi yaitu :

  1. Jumlah segmen maksimum 5
  2. Jumlah maksimum repeater/hub 4

Jika aturan itu dilanggar, maka jaringan akan mengalami masalah.

2. INSTALASI TWISTED PAIR ETHERNET ( UTP)

Twisted pair Ethernet, atau lebih dikenal dengan kabel UTP ( Unshielded Twisted Pair). Merupakan jenis kabel jaringan yang di koneksikan dengan konektor RJ-45, untuk dipasangkan pada LAN card yang dimiliki PC.

Kabel UTP kebanyakan transparan dan tidak memiliki pelindung. Jangan gunakan kabel UTP dalam area dimana interferensi elektromagnetik sangat kuat. Jaringan untuk kondisi ini lebih cocok menggunakan kable STP yang memiliki pelindung sehingga cukup tahan terhadap interferensi. STP memang lebih mahal namum instalasinya tidak jauh berbeda dengan UTP.

Pada kabel Coax dapat mengkoneksikan beberapa komputer secara langsung melalui konektor-konektor  sedangkan kabel UTP membutuhkan perangkat tambahan yang disebut “Hub” untuk menghubungkan komputer-komputer.

Hub berperan sebagai terminal jaringan yang mendistribusikan sinyal. Hub – hub tersedia dalam beragam konfigurasi jumlah koneksi RJ-45, umumnya terdiri atas 4,8,12, 15 atau 24 port koneksi.

Penambahan atau pengurangan klien –klien dalam keluarga jaringan Twisted Pair Ethernet kapan pun dapat dilakukan tanpa perlu men-shutdown jaringan atau system-system yang lainnya.

Adapun yang dibutuhkan ketika ingin mengembangkan jaringan atau menambah beberapa system,adalah dengan memasang hub tambahan. Jumlah hub dapt disesuaikan dengan kebutuhan.

Pada sebuah hub biasanya memiliki port-port yang diberi nomor berurut, dan port tertinggi memiliki switch yang diberi label ‘uplink” , fasilitas ini memungkinkan kita untuk mengonfigurasi port untuk mengkoneksikan hub dengan hub menggunakan kabel reguler.

 

3. MEMBUAT KABEL JARINGAN

Terdapat beberapa aturan yang harus diingat ketika membuat kabel cross. Dalam kabel twisted pair pengkabelannya berupa :

Pin     Warna Kabel

  1.     Putih Orange
  2.     Orange
  3.     Putih Hijau
  4.     Biru
  5.     Putih Biru
  6.     Hijau
  7.     Putih Coklat
  8.     Coklat

Untukmemasangkonektorkitaharusmengetahuisusunankabel yang akandipasang, memangasalasamaujungkeujungbisasaja , tetapicarainidalamjaringansalahdantidaktepat. Berikutsusunanpemasangankabeljaringan yang benar :

STRAIGHT THROUGH

  Pin 1      Warna Kabel 1     Pin 2     Warna Kabel 2

  1.              PO                  1                PO
  2.              O                     2                O
  3.              PH                   3                 PH
  4.              B                      4                 B
  5.              PB                    5                PB
  6.              H                       6                H
  7.              PC                    7                PC
  8.              C                       8                C

Urutan kabel diatas adalah untuk urutan kabel Straight Through.

CROSS OVER

Pin 1      Warna Kabel 1     Pin 2     Warna Kabel 2

  1.              PO                  3                PH
  2.              O                     6                H
  3.              PH                   1                PO
  4.              B                      4                B
  5.              PB                    5                PB
  6.              H                      2                O
  7.              PC                   7                PC
  8.              C                      8                C
Urutan kabel diatas adalah untuk urutan kabel Cross Over.

 

Pertemuan V

KOMPONEN -KOMPONEN JARINGAN

1. NIC / Card Jaringan / LAN Card

Network Interface Card ( NIC) bertindak sebagai interface fisik atau penghubung antar komputer dan kabel jaringan. Card dipasang di slot tambahan yang terdapat pada masing-masing komputer.

Tugas dari NIC adalah sebagai berikut :

1.Mempersiapkan data dari komputer agar dapat dilewatkan ke media penghubung
2.Mengirim data ke komputer lain
3.Mengontrol aliran data antar komputer dan sistem perkabelan.
Tipe NIC

Sesuai dengan perkembangan komputer PC dan mainboardnya, maka tipe slot atau expansion slot juga bermacam – macam. Mulai dari slot ISA, PCI dan AGP. Pada saat membeli komputer rakitan tidak semua slot terisi, slot yang kosong dapat digunakan untuk memasang beberapa kartu tambahan.

2. Hub

HUB merupakan sebuah device yang bekerja untuk menerima data dari semua port yang terhubung dan secara otomatis mentransmit data keseluruh port lainnya atau untuk menghubungkan dua komputer atau lebih.

Pada dasarnya HUB terdiri dari 2 jenis :

A.Passive HUB

jenis ini tidak membutuhkan power listrik tambahan hanya berfungsi menghubungkan jalur secara fisik dan melewatkan sinyal saja, tidak melakukan proses penguatan sinyal. Atau dengan kata lain Passive Hub tidak memperkuat sinyal elektrik dari paket-paket data yang masuk

B.  Active HUB

Jenis ini membutuhkan power listrik tambahan. Disamping berfungsi untuk menghubungkan jalur secara fisik dan melewatkan sinyal, device ini juga dapat memperkuat sinyal yang akan dilewatkan ke jalur lain.

3. Switch

Switch pada umumnya memang identik dengan hub, tetapi switch lebih “cerdas” dan memiliki performa tinggi dibanding hub. Dengan mengantarkan pesan-pesan hanya ke device terkoneksi yang dituju , switch mampu menghemat bandwidth jaringan. Pada switch terdapat dua arsitektur dasar yang digunakan yakni : cut-through dan store-and-forward.

Switch cut-through memiliki kelebihan disisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.

Switch store-and-forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskan ke tujuan.

4. Bridge

Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda. Beberapa alasan mengapa bridge digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan komputer lokal, antara lain :

  1. Keterbatasan jaringan lokal, baik jumlah terminal, panjang maksimum segmen maupun bentang jaringan.
  2. Bridge memiliki kehandalan dan keamanan lalu lintas data dimana bridge dapat menyaring lalu lintas data antar dua segmen jaringan.
  3. Bridge digunakan agar unjuk kerja jaringan komputer lokal yang besar.
  4. Keterpisahan geografis, dimana dua sistem berada pada tempat yang berjauhan akan disambungkan.

5. Router

Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya , router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logical bukan fisikal. Router sering digunakan untuk menghubungkan user-user LAN – WAN dengan koneksi internet.

Dengan cara melakukan konfigurasi informasi-informasi yang disimpan dalam sebuah lokasi yang disebut “routing table’, router dapat difungsikan untuk memfilter traffic yang keluar masuk jaringan. Berdasarkan alamat-alamat IP si pengirim dan penerima. Beberapa router menyajikan fitur bagi pengelolanya untuk melakukan update informasi routing table melalui interface browser Web.

6. Gateway

Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya , router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logical bukan fisikal. Router sering digunakan untuk menghubungkan user-user LAN – WAN dengan koneksi internet.

Dengan cara melakukan konfigurasi informasi-informasi yang disimpan dalam sebuah lokasi yang disebut “routing table’, router dapat difungsikan untuk memfilter traffic yang keluar masuk jaringan. Berdasarkan alamat-alamat IP si pengirim dan penerima. Beberapa router menyajikan fitur bagi pengelolanya untuk melakukan update informasi routing table melalui interface browser Web.

Pertemuan VII

TOPOLOGI JARINGAN

Topologi jaringan komputer adalah pola hubungan antar terminal dalam suatu jaringan komputer. Pola ini berhubungan erat dengan metode akses dan media pengirim yang digunakan.

Pola hubungan ini bukan berarti topologi tersebut sama saja, karena masing-masing memiliki karakteristik, keunggulan dan kelemahan yang berbeda. Oleh karena itu perancangan topologi jaringan harus memperhatikan dan mempertimbangkan suatu kondisi dan persyaratan sebelum menetapkan pilihan topologi untuk pembangunan jaringan.

1. Topologi Star

Dalam topologi star, komputer – komputer terhubung melalui kabel ke sebuah komponen secara terpusat yang disebut dengan HUB / SWITCH. Sinyal dikirim ke semua komputer dari komputer pengirim melalui HUB / SWITCH ke semua komputer yang terhubung dengan HUB / SWITCH. Jaringan star menawarkan mekanisme manajemen dan resource secara terpusat, tetapi karena masing – masing komputer dihubungkan kesebuah device secara terpusat , maka apabila device ini mengalami kerusakan maka jaringan akan mengalami down. Tetapi jika kabel yang menghubungkan sebuah komputer ke HUB / SWITCH mengalami kerusakan, maka hanya komputer itu saja yang tidak dapat mengirim dan menerima data, sedangkan komputer lain masih dapat saling berkomunikasi secara normal.

Karakteristik topologi Star sebagai berikut :

  1. Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node
  2. Mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang
  3. Langsung tersambung ke central node.
  4. Keunggulan jika kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu

 2. Topologi Bus

Pada topologi Bus semua terminal terhubung ke jalur komunikasi. Informasi yang dikirim akan melewati semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat yang tercantum dalam data dan informasi yang dikirim sesuai dengan alamat terminal yang dilewati, maka data atau informasi tersebut akan diterima dan diproses. Jika alamat tersebut tidak sesuai, maka informasi tersebut akan diabaikan oleh terminal yang dilewati.

Topologi ini paling sederhana dimana setiap terminal yang dilengkapi dengan sebuah NIC, dihubungkan dengan sebuah kabel tunggal Coaxial.

Jumlah terminal dapat ditambah dan dikurangi secara fleksibel. Namun demikian, jumlah terminal hendaknya perlu dibatasi, karena pada topologi model ini, jika terminal yang terhubung sangat banyak, maka kinerja jaringan akan turun drastis. Dan apabila ada terminal yang mati maka operasional jaringan akan terganggu.

Ada 3 konsep untuk mengerti bagaimana komputer berkomunikasi pada sebuah topologi Bus diantaranya adalah:

  1. Pengiriman sinyal, dimana data dikirim dalam bentuk sinyal elektronik kemudian dikirmkan ke semua komputer yang menjadi anggota dari sebuah jaringan. Data hanya akan diterima oleh komputer yang alamatnya tercantum dalam header alamat tujuan dari komputer pengirim. Hanya satu komputer yang dapat mengrimkan data pada satu saat, sedangkan komputer lainnya jika hendak mengirimkan data harus menunggu sampai komputer yang terlebih dahulu menggunakan jalur selesai melakukan proses pengiriman.
  2. Signal Bounce, karena data atau sinyal elektronik dikirim ke seluruh komputer, ia akan berjalan dari ujung kabel satu ke ujung yang lain. Sinyal harus dihentikan setelah ia mempunyai sebuah kesempatan untuk menjangkau alamat tujuan yang tepat.
  3. Terminator, untuk menghentikan sinyal dari bounching, terminator yang dipasang pada kedua ujung kabel digunakan untuk menyerap sinyal yang tidak digunakan. Penyerapan sinyal membersihkan jalur sehingga komputer lain dapat mengirimkan data.

Karakteristik topologi Bus sebagai berikut :

  1. Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
  2. Umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
  3. Problem terbesar pada saat kabel putus, jika salah satu segmen kabel putus , maka seluruh jaringan akan terhenti.

3. TOPOLOGI RING

Topologi ring menghubungkan komputer dengan cara membentuk sebuah lingkaran kabel. Sinyal berjalan mengelilingi lingkaran dengan satu arah dan sinyal tersebut dilewatkan ke masing – masing komputer. Setiap informasi yang diperoleh diperiksa alamatnya oleh terminal yang dilewatinya. Jika bukan untuknya, informasi dilewatkan sampai menemukan alamat yang benar. Setiap terminal dalam jaringan ini saling tergantung sehingga jika terjadi kerusakan pada satu terminal maka seluruh jaringan akan terganggu.

Karakteristik topologi Star sebagai berikut :

  1. Lingkaran tertutup yang berisi node – node.
  2. Signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision.
  3. Sederhana dalam layout.
  4. Problem sama dengan topologi Bus